Selasa, 03 November 2015

PUISI : NENEKKU KAU PAHLAWANKU



NENEKKU KAU PAHLAWANKU
Randi Aprilian Subekti

Nenekku….
Begitu tulus hati padaku
Kau ada disampingku slalu
Temani setiap hari-hariku
   Kau tak pernah memarahiku
   Kau hanya berikan petuahmu
   Tuk jangan mengabaikan waktu
   Agar hidupku bahagia slalu
Oh waktu….
Telah bicara lain kepadaku
Empat belas tahun usiaku
Dia pegi meinggalkan aku
   Sungguh berat kehilangan dirimu
   Kau lakukan apapun untukku
   Dalam mimpi kuharap bertemu
   Berbagi kisah tentang hidupku


Mengakui atau membajak hasil karya orang lain
Tanpa seizin pencipta dapat terkena hukum pidana

PUISI : PAGI MASIH BUTA



PAGI MASIH BUTA
Randi Aprilian Subekti

Menjelang malam baru berlalu
Mentari masih berpaling muka
Menutup kedua mata
Tidur pulas dengan mimpi-mimpinya
Menyinari dunia diwaktu siang
Dengar ayam telah menyapa
Berkokok tanda bangun tidurnya
Titik embun membekas didedaunan
Kabut pekat menyatu menyelimuti
Dengarkan suara merdu dipepohonan
Dimana tempat burung bercicit
Anak burung menunggu induknya
Induk burung menyuapi anaknya
Tanpa pamrih dia lakukan
Pagi buta tiada tahu
Menanti lagi dapat bertemu

Mengakui atau membajak hasil karya orang lain
Tanpa seizin pencipta dapat terkena hukum pidana

PUISI : KELUH KESAH




KELUH KESAH
Randi Aprilian Subekti

Kegelisahan….
Sering dirasa oleh semua manusia
Juga rasa hati yang gundah
Terbuai oleh derita lara
   Mentari juga merasa resah
   Melihat apa yang sedang terjadi
   Nafsu tiada dapat mengalah
   Bila tidak dengan keimanan hati
Demikian hidup terasa susah
Mendengar dinding rumah membisu
Sedikit coba hapus amarah
Jadikan kesabaran dalam sesuatu
   Sadari kita sering mengeluh
   Keluh kesah sedari dulu
   Dengan butir-butir peluh
   Pada siapa aku mengadu

Mengakui atau membajak hasil karya orang lain
Tanpa seizin pencipta dapat terkena hukum pidana

PUISI : LUPA DIRI




LUPA DIRI
Randi Aprilian Subekti

Terlupakan….
Pada siapa engkau melupa
Semakin hari tiada ingat
Kau abaikan begitu sangat
   Siapa dia akan memurka
   Olehnya sebab banyak tandanya
   Gunung berbatuk-batuk lara
   Angin berlarian menerjang semua
Coba tengok berapa dusta
Tiada henti engkau menipu
Adaakah kamu penghuni Neraka
Diantara kamu wahai pembaca
   Bertobat segera bila mau
   Jalankan semua kewajiban waktu
   Padanya dia yang ada selalu
   Bukankah dia maha tahu

Mengakui atau membajak hasil karya orang lain
Tanpa seizin pencipta dapat terkena hukum pidana

PUISI : RAHASIA TUHAN



RAHASIA TUHAN
Randi Aprilian Subekti

Oo…. Tuhanku
Cobaanmu tertalu indah untukku
Sekejap tersenyum sekejap menangis
Bumi pun mengeluh sedemikian rupa
   Jiwa ragaku tentu milikmu
   Yang kau ambil sesuai kehendakmu
   Dan tiada dapat aku tahu
   Bibirku diam seribu bahasa
Mohon ampun sejuta dosa
Dalam diri didalam kalbu
Doaku ini selalu kuucap
Asaku ini semoga dikabul
   Hanya takdir sebagai penentu
   Dunia ini genggaman dirimu
   Pencipta rahasia dibalik waktu
   Semua itu takan kuragu

Mengakui atau membajak hasil karya orang lain
Tanpa seizin pencipta dapat terkena hukum pidana